Delta7.co.id, Kabupaten Malang – Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Universitas Negeri Malang (UM) memperkenalkan website E-BK (Elektronik Bimbingan dan Konseling) dalam kegiatan sosialisasi di SMK Negeri 2 Singosari, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Projek Kepemimpinan Mahasiswa Informatika 001 Kelompok 2 PPG Calon Guru Universitas Negeri Malang Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di lingkungan sekolah. Sosialisasi tidak hanya memperkenalkan sebuah platform digital, tetapi juga membuka ruang pemanfaatan teknologi agar layanan BK semakin mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Sosialisasi dihadiri dan dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Dr. Ir. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom. Kehadiran beliau turut memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan projek sekaligus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi lingkungan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa memaparkan berbagai fitur dan manfaat website E-BK, termasuk cara pemanfaatannya sebagai sarana pendukung layanan BK. Platform tersebut dirancang agar peserta didik dapat memperoleh informasi dan mengakses layanan bimbingan secara lebih praktis melalui perangkat digital.
Salah satu inovasi utama yang ditawarkan adalah mekanisme konsultasi anonim melalui pengembangan sistem bertajuk “Pengembangan Sistem Konsultasi Bimbingan Konseling Berbasis Web dengan Mekanisme Anonim untuk Meningkatkan Keterbukaan Siswa.”
Fitur anonim tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan permasalahan atau melakukan konsultasi tanpa harus langsung mengungkapkan identitas. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman sehingga siswa lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Bagi layanan BK, keterbukaan peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam memahami dan merespons berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekolah. Karena itu, pemanfaatan teknologi melalui E-BK diharapkan dapat menjadi alternatif pendukung bagi terciptanya layanan yang lebih adaptif terhadap karakteristik generasi digital.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari pihak sekolah. Selain menjadi sarana pengenalan inovasi, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa PPG dalam menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, dan inovasi pendidikan di lingkungan sekolah.
Melalui pengembangan dan sosialisasi E-BK, mahasiswa PPG Universitas Negeri Malang berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap pengenalan teknologi, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah. E-BK diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperluas akses terhadap layanan Bimbingan dan Konseling sekaligus mendorong transformasi layanan pendidikan yang semakin adaptif di era digital.
