Delta7.co.id, MALANG — Dosen dan Mahasiswa PPG Calon Guru Informatika Kelas 002 Kelompok 3 Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai Instrumen Transformasi Pembelajaran Interaktif di SMP Negeri 26 Kota Malang, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini diikuti 34 guru dari berbagai mata pelajaran sebagai upaya mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan pada pukul 10.30 WIB. Dalam sambutannya, Dr. Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., selaku dosen pembimbing mahasiswa PPG Calon Guru Informatika Kelas 002 Kelompok 3 Universitas Negeri Malang, menegaskan bahwa perkembangan AI dalam dunia pendidikan tidak semestinya dipandang sebagai ancaman terhadap profesi guru.
“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi untuk memperkuat peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, personal, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Dr. Heru.
Ia menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari Proyek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Calon Guru Tahun 2026. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan proses pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata kepada sekolah melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Heru juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan dari mahasiswa. Dengan suasana yang hangat, ia menyampaikan bahwa mahasiswa PPG masih berada dalam proses belajar untuk mempersiapkan diri menjadi guru profesional.
“Kami mohon maaf apabila ada salah kata atau perbuatan dari mahasiswa kami. Kami masih calon guru. Kalau sudah guru, kan tidak boleh salah,” tuturnya, yang disambut suasana akrab oleh para peserta.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Gunawati Dwi Utami, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, pemanfaatan AI menjadi pengetahuan yang semakin penting bagi guru di tengah perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru mengenai pemanfaatan AI.
“Terima kasih kepada dosen dan teman-teman PPG Calon Guru Informatika yang telah mengadakan workshop ini. Topik ini memang sangat perlu diberikan kepada kami sebagai guru. Di sekolah ini memang perlu adanya pengembangan pengetahuan dan pemahaman guru di bidang AI,” ungkap Gunawati.
Setelah sesi pembukaan berakhir pada pukul 11.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan waktu istirahat hingga pukul 13.00 WIB. Workshop kemudian memasuki sesi inti yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB. Materi disampaikan dalam dua sesi yang dirancang secara berurutan, mulai dari pemahaman dasar hingga praktik pemanfaatan AI dalam pembelajaran.
Sesi pertama mengangkat tema “AI di dalam Pendidikan” yang disampaikan oleh Andik Julita Wijaya, S.Pd. Pada sesi ini, guru diajak memahami konsep dan posisi AI dalam dunia pendidikan serta bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung tugas dan kreativitas guru.
Setelah mendapatkan pemahaman konseptual, peserta kemudian memasuki sesi kedua dengan tema “Implementasi dan Praktik Penggunaan Artificial Intelligence di Dunia Pendidikan” yang disampaikan oleh Eko Nurfa Adiansyah, S.Kom. Sesi ini membawa peserta pada pengalaman praktik secara langsung dengan mengeksplorasi penggunaan AI untuk menghasilkan media pembelajaran.
Dalam sesi praktik, para guru dibimbing menggunakan Gemini AI untuk membuat media pembelajaran interaktif. Proses tersebut dilakukan secara eksploratif dengan menerapkan teknik T.A.K.S.I, yakni Tipe Peran (Role), Aksi (Action), Konteks (Context), Spesifikasi (Specification), dan Instruksi (Instruction). Melalui teknik tersebut, guru diarahkan untuk menyusun instruksi yang lebih terstruktur sehingga AI dapat menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Praktik berlangsung dengan melibatkan guru secara langsung. Peserta tidak hanya mencoba fitur AI, tetapi juga mengembangkan media pembelajaran berdasarkan mata pelajaran dan kebutuhan masing-masing. Hasilnya, setiap guru berhasil menghasilkan media pembelajaran interaktif yang kemudian dipresentasikan di hadapan peserta dan pemateri.
Presentasi hasil praktik menjadi salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan tersebut. Guru dapat melihat berbagai bentuk media yang dihasilkan oleh peserta lain sekaligus bertukar pengalaman mengenai cara memanfaatkan AI dalam mendukung proses pembelajaran. Pada akhir setiap sesi, kegiatan juga dilengkapi dengan tanya jawab dan diskusi yang berlangsung aktif. Para guru menyampaikan berbagai pertanyaan, pengalaman, serta kemungkinan penerapan AI dalam kegiatan belajar mengajar.
Melalui rangkaian tersebut, workshop tidak berhenti pada pemahaman teori maupun praktik di ruang pelatihan. Para guru juga diarahkan untuk melanjutkan proses melalui refleksi dan evaluasi terhadap media yang telah dibuat. Setelah kegiatan, guru diharapkan dapat menyempurnakan media tersebut dan menerapkannya dalam pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik serta kebutuhan masing-masing mata pelajaran.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dosen, mahasiswa PPG Calon Guru Informatika Universitas Negeri Malang, dan SMP Negeri 26 Kota Malang dalam merespons perkembangan teknologi di bidang pendidikan. Melalui pengalaman langsung membuat dan mempresentasikan media pembelajaran berbasis AI, guru diharapkan semakin percaya diri dalam mengeksplorasi teknologi sekaligus tetap menempatkan kompetensi dan kreativitas guru sebagai bagian utama dalam proses pembelajaran.
Pada akhirnya, pemanfaatan AI dalam pendidikan bukan tentang menggantikan guru, melainkan bagaimana teknologi dapat menjadi instrumen yang membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, personal, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
W/APZ/08/26
