Foto bersama PPG Calon Guru Bidang Informatika 001 Dalam Kegiatan Wawasan Kebangsaan Global
KOTA MALANG, delta7.co.id – Suasana penuh antusias dan semangat mewarnai pelaksanaan kegiatan Wawasan Kebangsaan Global (WKG) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Bidang Studi Informatika Kelas 001 Universitas Negeri Malang (UM). Sebanyak 24 mahasiswa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, bertempat di Ruang Kelas 401 Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Malang, dalam suasana yang interaktif dan partisipatif sehingga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi para calon pendidik.
Kegiatan Wawasan Kebangsaan Global (WKG) ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai-nilai kebangsaan, keberagaman, serta pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis. Berbeda dengan seminar pada umumnya, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai diskusi dan simulasi yang menggugah kemampuan berpikir kritis.
Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I. yang memberikan pemaparan mengenai konsep dasar kebinekaan, toleransi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dalam materinya, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan yang mampu menanamkan nilai-nilai toleransi kepada peserta didik, khususnya di era digital yang sarat dengan dinamika sosial dan informasi.
Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh Dudung Ma’ruf Nuris, S.Pd., M.Pd., Ph.D. yang mengemas materi dengan pendekatan yang lebih dinamis dan aplikatif. Peserta diajak menganalisis berbagai studi kasus terkait kebinekaan di lingkungan sekolah melalui lima tema utama, yaitu Indonesia yang Berwarna, Indonesia yang Harmoni, Damai Dimulai dari Diri, Sekolahku Bhinneka, dan Sekolahku yang Damai.
Melalui tema Indonesia yang Berwarna, peserta diajak memahami bahwa keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dirayakan bersama. Sementara itu, pada tema Indonesia yang Harmoni, diskusi berfokus pada cara mengelola perbedaan agar tidak berkembang menjadi prasangka, stereotip, maupun diskriminasi.
Tema Damai Dimulai dari Diri mendorong peserta untuk mengenali identitas diri, membangun kesadaran diri, serta menumbuhkan sikap welas asih (self-compassion) sebagai fondasi dalam menghargai keberagaman. Kegiatan kemudian berlanjut pada tema Sekolahku Bhinneka, di mana peserta mendiskusikan berbagai persoalan nyata yang berpotensi muncul di lingkungan sekolah dan merumuskan solusi untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif dan berkeadilan.
Puncak kegiatan berlangsung saat seluruh peserta mengikuti sesi role play atau permainan peran. Dalam simulasi tersebut, para mahasiswa memerankan berbagai karakter dengan latar belakang yang beragam, baik dari sisi suku, agama, maupun pandangan sosial. Mereka dihadapkan pada sejumlah skenario konflik dan diskriminasi yang sering terjadi di lingkungan pendidikan, kemudian diminta mencari solusi serta membangun resolusi perdamaian secara bersama-sama.
Metode pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan empati peserta. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa dapat memahami perspektif kelompok yang berbeda serta belajar mengelola keberagaman menjadi sumber kekuatan dan keharmonisan.
Ketua Kelas Informatika 001, Fathul Rahman, mengungkapkan apresiasinya terhadap konsep kegiatan yang dinilai jauh dari kesan monoton.
“Kegiatannya benar-benar di luar ekspektasi kami. Sangat seru dan tidak membosankan. Melalui permainan peran, kami tidak hanya memahami teori toleransi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung bagaimana mengatasi prasangka dan stereotip yang mungkin muncul di lingkungan sekolah. Ini menjadi bekal yang sangat berharga sebelum kami terjun sebagai guru di tengah peserta didik yang beragam,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dinamika kelompok selama kegiatan berlangsung turut mempererat kebersamaan dan kekompakan mahasiswa PPG Informatika 001.
Secara keseluruhan, kegiatan Wawasan Kebangsaan Global (WKG) ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Program PPG Calon Guru Universitas Negeri Malang, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter bagi para calon pendidik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi guru yang tidak hanya unggul dalam bidang teknologi dan pembelajaran informatika, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, sikap toleran, semangat kebangsaan, serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut ditutup dengan sesi refleksi bersama. Seluruh mahasiswa PPG Informatika Kelas 001 berkomitmen untuk membawa semangat perdamaian, kebinekaan, dan inklusivitas ke dalam ruang-ruang kelas yang akan mereka dampingi di masa mendatang. Setelah agenda ini berakhir, para peserta akan melanjutkan rangkaian program penguatan karakter berikutnya, yaitu kegiatan Kepramukaan dan Bela Negara.
