SUMENEP – Upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga dengan memperluas akses pemasaran. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 40 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Pemasaran Produk melalui Marketplace di Balai Desa Gilang, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, serta masyarakat Desa Gilang yang memiliki minat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Melalui pelatihan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produk desa.
Selama ini, sejumlah produk unggulan Desa Gilang, seperti carang mas berbahan dasar kelapa dan keripik pisang, masih dipasarkan secara terbatas. Di sisi lain, serabut kelapa yang merupakan limbah hasil pengolahan kelapa belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan edukasi yang tidak hanya berfokus pada strategi pemasaran digital, tetapi juga pada inovasi pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Pada sesi pelatihan, mahasiswa memperkenalkan konsep pemasaran digital melalui marketplace dan media sosial sebagai salah satu strategi agar produk UMKM mampu menjangkau konsumen di luar wilayah Desa Gilang. Peserta memperoleh pendampingan mengenai penyusunan identitas merek, teknik pengambilan foto produk, penulisan deskripsi yang menarik, penentuan harga, hingga langkah-langkah membuat akun toko pada platform marketplace. Materi disampaikan secara sederhana dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Selain itu, peserta juga dikenalkan pada peluang pemanfaatan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat dan cocofiber. Kedua produk tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan limbah yang dibiarkan terbuang begitu saja. Cocopeat dapat dimanfaatkan sebagai media tanam, sedangkan cocofiber banyak digunakan pada sektor pertanian, hortikultura, hingga industri kerajinan. Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu melihat limbah sebagai sumber peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Ketua pelaksana kegiatan dari Mahasiswa KKN Kelompok 40 UTM menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat agar mampu mengikuti perkembangan pola perdagangan yang kini semakin mengarah pada ekosistem digital.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan memasarkan produknya secara mandiri. Produk yang baik akan lebih bernilai apabila dapat dikenal oleh pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kami mencoba menggabungkan inovasi produk dengan pemanfaatan marketplace agar UMKM Desa Gilang memiliki peluang berkembang yang lebih besar,” ujarnya.
Kepala Desa Gilang, “Ibu Hayatun” menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan yang dibawa oleh mahasiswa KKN sejalan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi perubahan pola pemasaran yang kini semakin mengandalkan teknologi digital.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura yang telah menghadirkan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Gilang. Selama ini banyak warga memiliki keterampilan mengolah hasil pertanian maupun kelapa, namun masih mengalami keterbatasan dalam hal pemasaran. Pelatihan ini membuka wawasan masyarakat bahwa produk desa dapat dipasarkan lebih luas melalui marketplace. Saya juga sangat mengapresiasi inovasi pemanfaatan serabut kelapa menjadi cocopeat dan cocofiber karena limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai ternyata dapat menjadi produk yang memiliki potensi ekonomi. Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi benar-benar diterapkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong UMKM Desa Gilang menjadi lebih maju,” tutur Hayatun.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Kelompok 40 Universitas Trunojoyo Madura berharap tumbuh semangat baru di kalangan masyarakat untuk terus mengembangkan usaha berbasis potensi desa. Kolaborasi antara inovasi produk, pemanfaatan limbah, dan pemasaran digital diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih adaptif, kompetitif, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Gilang dalam jangka panjang. (Alfarizi)
