PAMEKASAN – Kelompok 20 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waru menyelenggarakan sosialisasi dan praktik pengolahan pupuk organik di Balai Desa Tampojung Tenggina, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk yang bernilai ekonomis serta ramah lingkungan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Tampojung Tenggina. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKN UTM dan BPP Waru yang menghadirkan edukasi praktis bagi masyarakat. Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong warga memproduksi pupuk organik secara mandiri guna mendukung produktivitas sektor pertanian desa.
Sebanyak 24 peserta yang terdiri atas warga Desa Tampojung Tenggina dan mahasiswa KKN Reguler Kelompok 20 UTM mengikuti kegiatan tersebut. Pada sesi sosialisasi, peserta memperoleh materi mengenai konsep pupuk organik, manfaatnya terhadap kesuburan tanah, jenis bahan baku yang dapat dimanfaatkan, teknik pembuatan, hingga cara pengaplikasiannya pada berbagai jenis tanaman.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan, seperti kotoran sapi, daun kering, EM4, molase, dan air. Seluruh proses, mulai dari pencampuran bahan hingga teknik fermentasi, dipandu langsung oleh penyuluh dari BPP Waru bersama mahasiswa KKN UTM.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Warga aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik pembuatan, proses fermentasi, hingga pemanfaatan pupuk organik untuk meningkatkan hasil pertanian. Melalui praktik secara langsung, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Koordinator Kelompok 20 KKN Reguler UTM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dengan BPP Waru, mahasiswa KKN UTM berharap masyarakat Desa Tampojung Tenggina semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai pupuk ramah lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Pamekasan. (Alfarizi)
